Kategori
Nasional

HPN 2026 Catat Sejarah, Monumen Media Siber Indonesia Diresmikan di Cilegon

CILEGON, inplusnews.com, — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten meninggalkan jejak penting dalam sejarah pers Indonesia. Untuk pertama kalinya, Monumen Media Siber Indonesia resmi berdiri sebagai simbol perjalanan dan kontribusi pers digital di Tanah Air.

Monumen yang berlokasi di Kota Cilegon ini menjadi penanda penguatan peran media siber dalam kehidupan demokrasi nasional. Kehadirannya tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian HPN 2026, tetapi juga disebut sebagai warisan bersejarah bagi dunia pers Indonesia.

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyambut peresmian tersebut dengan penuh apresiasi. Organisasi ini menilai berdirinya monumen sebagai bentuk pengakuan atas kiprah media siber dalam membangun ekosistem pers yang adaptif di era digital. Sejumlah pimpinan organisasi pers dari tingkat pusat hingga daerah turut hadir dalam momentum nasional tersebut.

Acara peresmian dihadiri langsung Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, Sekretaris Jenderal SMSI Makali Kumar, SH, jajaran pengurus pusat, serta para ketua SMSI provinsi se-Indonesia. Turut hadir pula sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya mantan Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, anggota Dewan Pers Yogi Hadi Ismanto, MH, Pelaksana Tugas Sekda Cilegon Ahmad Aziz Deti, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Banten.

Mantan Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi menyampaikan bahwa monumen tersebut menjadi tonggak penting bagi perjalanan pers digital nasional. Ia menilai Cilegon memiliki nilai historis tersendiri karena menjadi tempat lahirnya SMSI pada 2017.

Ketua Umum SMSI Firdaus menghadiri peresmian Monumen Media Siber Indonesia di Cilegon saat HPN 2026.

Menurutnya, monumen ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Cilegon, tetapi juga simbol kontribusi daerah terhadap perkembangan media siber di Indonesia.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberadaan pers siber yang profesional, independen, dan berintegritas.

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus menekankan bahwa monumen tersebut memiliki makna lebih dari sekadar bangunan fisik. Ia menyebutnya sebagai simbol perjuangan dan pengingat perjalanan panjang media siber dalam mengawal demokrasi serta memberikan edukasi kepada publik.

Firdaus juga mengungkapkan bahwa Cilegon memiliki posisi strategis dalam sejarah organisasi, mengingat deklarasi SMSI dilakukan di kota tersebut dan kini telah berkembang menjadi jaringan media siber terbesar yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Keberadaan Monumen Media Siber Indonesia diharapkan dapat menjadi ikon nasional bagi pers digital sekaligus ruang refleksi bagi insan pers untuk terus menjaga etika jurnalistik, profesionalisme, dan independensi di tengah dinamika era digital.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti pada pukul 11.30 WIB. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gala dinner nasional pada malam harinya sebagai bentuk syukuran atas berdirinya monumen media siber pertama di Indonesia tersebut.***

Kategori
Sosial Budaya

1.000 Paket Harapan dari Seniman Bandung untuk Dhuafa Jelang Ramadhan

Bandung, inplusnews.com, – Menjelang bulan suci Ramadhan, senyum haru tampak di wajah ratusan penerima manfaat yang hadir di Hotel The Summit Siliwangi, Bandung, 23 Maret 2022. Mereka datang dengan harapan sederhana: bisa menyambut Ramadhan dengan lebih tenang.

Harapan itu dijawab oleh Komunitas Mimbar Hiburan dan Amal Bagi Dhuafa (MHABD). Di usia ke-33 tahun pengabdiannya, komunitas yang dihuni para seniman dan budayawan Kota Bandung ini kembali menyalurkan 1.000 paket bantuan untuk dhuafa dan yayasan sosial.

Bagi MHABD, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah panggilan hati. Sejak didirikan oleh sejumlah tokoh seni seperti Hari Rusli, Djadjat Paramor, Rudi Djamil, Bimbo, dan Adjie Esa Poetra, komunitas ini konsisten menjadikan seni sebagai jembatan kepedulian sosial.

Farhan berbincang dengan panitia dan penerima manfaat dalam acara bakti sosial MHABD jelang Ramadhan di Bandung

Sebelum pembagian bantuan dilakukan, acara diawali dengan tabligh akbar virtual bersama Ustadz Haji Tata Sukayat, M.Ag., yang mengingatkan pentingnya berbagi dan memperkuat solidaritas menjelang Ramadhan.

Ketua panitia, Ida Farida, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. “Kami ingin para dhuafa bisa menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih ringan dan penuh sukacita,” ujarnya.

Tak sekadar memberikan bantuan, MHABD juga menanamkan pesan bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah kekuatan utama masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi, uluran tangan kecil bisa menjadi cahaya besar bagi sesama.

Ramadhan memang tentang ibadah. Namun lebih dari itu, Ramadhan adalah tentang berbagi. Dan di Bandung, para seniman telah membuktikan bahwa kepedulian bisa hadir dari panggung seni hingga ke hati masyarakat.***

Kategori
Bisnis

600 UMKM Antre Masuk Galeri Patrakomala, Hanya 60 Produk Lolos Kurasi Ketat Dekranasda Bandung

600 UMKM Kota Bandung Berebut Tampil di Galeri Patrakomala

Bandung, inplusnews.com, – Minat pelaku UMKM Kota Bandung untuk memasarkan produknya terus meningkat. Sebanyak 600 UMKM tercatat mengantre agar bisa menampilkan karya mereka di Galeri Patrakomala, Jalan Braga. Namun tidak semua bisa langsung masuk. Hanya produk yang lolos kurasi ketat dari Dekranasda Kota Bandung yang berkesempatan dipajang.

Galeri Patrakomala selama ini dikenal sebagai etalase resmi produk unggulan UMKM Kota Bandung. Tempat ini bukan sekadar ruang display, tetapi juga menjadi wadah pembinaan agar pelaku usaha bisa berkembang dan naik kelas.

Ketua Harian II Dekranasda Kota Bandung, Heni Smith, menjelaskan bahwa sistem rotasi dilakukan setiap tiga bulan karena tingginya jumlah pendaftar.

“Pergantian produk dilakukan per tiga bulan agar kesempatan bisa merata. Tapi tentu harus melalui kurasi. Tidak semua produk bisa langsung dipajang,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).


Galeri Patrakomala di Jalan Braga menjadi etalase produk unggulan UMKM Kota Bandung

Hanya 60 Produk Lolos Seleksi

Pada tahap kurasi terbaru, sebanyak 60 produk dari kategori kriya dan kuliner mengikuti proses penilaian. Produk yang diseleksi meliputi batik, tumbler, karya pelaku usaha difabel, hingga berbagai olahan makanan.

Penilaian dilakukan tidak hanya dari sisi tampilan visual, tetapi juga mempertimbangkan kualitas, inovasi, dan potensi pasar. Produk yang dinilai memiliki peluang penjualan lebih besar akan diprioritaskan.

Dekranasda juga memberikan masukan kepada pelaku usaha agar produk yang dipajang tidak hanya menarik secara desain, tetapi mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Produk yang lolos akan dipamerkan selama tiga bulan di Galeri Patrakomala sekaligus mendapatkan pendampingan lanjutan.


Batik dan Produk Kuliner Paling Diminati

Sejumlah produk yang cukup menarik minat pengunjung antara lain batik kombinasi dengan harga terjangkau, busana etnik, serta aneka produk makanan khas.

Melalui kurasi rutin ini, Dekranasda Kota Bandung berharap Galeri Patrakomala menjadi pusat promosi sekaligus inkubator UMKM agar semakin kompetitif.

Dengan antrean mencapai 600 pelaku usaha, proses kurasi ini menjadi bukti bahwa UMKM Kota Bandung terus tumbuh dan berambisi naik kelas di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.***

Kategori
Daerah

Bangunan Liar di Bantaran Citarum Dibongkar! Normalisasi Sungai Dayeuhkolot Dikebut Jelang Puncak Musim Hujan

Kabupaten Bandung, inplusnews.com – Pemerintah mulai mengambil langkah tegas dalam percepatan pengendalian banjir di Dayeuhkolot. Rabu (11/2/2026), tim gabungan menertibkan sejumlah bangunan tanpa izin yang berdiri di sempadan Sungai Citarum, tepatnya di RT 01 RW 09 Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot.

Upaya tersebut dilakukan guna mempercepat proses normalisasi Sungai Citarum, mengingat selama ini keberadaan hunian liar di sepanjang tepian sungai menjadi kendala utama yang menghambat progres proyek.

Penertiban Libatkan TNI, Polri dan Tim Pentahelix

Aksi penertiban tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor, yang terdiri dari jajaran TNI, Kepolisian, Satpol PP, serta pihak Kecamatan Dayeuhkolot. Tak ketinggalan, komunitas Prima dan tim Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot turut terjun langsung dalam agenda ini.

Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari strategi terpadu penanganan banjir.

“Proses normalisasi sungai menemui jalan buntu akibat keberadaan bangunan liar di area sempadan yang menutupi jalur masuk alat-alat berat ke lokasi proyek.

Proses pembongkaran bangunan liar untuk percepatan normalisasi Citarum.

Sudah Didahului Pendekatan Persuasif

Sebelum pembongkaran dilakukan, pemerintah kecamatan bersama tim gabungan telah melakukan sosialisasi dan memberikan surat peringatan kepada warga yang menempati bangunan tersebut.

Tri mengapresiasi sikap kooperatif sebagian warga yang bersedia membongkar bangunan semi permanen secara sukarela demi kepentingan bersama.

Pendekatan humanis ini dilakukan agar proses penertiban tetap berjalan kondusif tanpa gesekan di lapangan.

Bangunan Ilegal Hambat Pengerukan dan Pemasangan Geobag

Berdasarkan pemantauan, keberadaan bangunan di bantaran sungai menghambat pengerukan sedimentasi serta pemasangan geobag penahan tanah oleh Balai Wilayah Sungai (BWWS).

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, upaya pengurangan risiko banjir tidak akan berjalan efektif, terutama saat debit air Sungai Citarum meningkat drastis di musim hujan.

Tri menegaskan, penertiban dilakukan demi kepentingan masyarakat luas, khususnya warga Dayeuhkolot yang kerap terdampak genangan.

Sempadan Sungai Akan Ditata Ulang

Selain pembongkaran, pemerintah juga menyiapkan penataan ulang kawasan bantaran sungai agar kembali sesuai fungsi ekologisnya.

Area tersebut direncanakan menjadi ruang terbuka hijau sekaligus jalur perawatan sungai guna mendukung pengendalian banjir jangka panjang.

Dengan bersihnya sempadan Sungai Citarum dari bangunan ilegal, program peninggian tanggul, pemasangan geobag, serta normalisasi alur sungai diharapkan dapat segera dituntaskan sebelum puncak musim hujan.

“Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk meminimalisir potensi luapan air yang kerap menggenangi kawasan hunian penduduk secara drastis.

Kategori
Sosial Budaya

37 Tahun MHABD di Pendopo, Farhan Ingatkan Bahaya Kesenjangan Sosial di Kota Bandung

Bandung, inplusnews.com, – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti Pendopo Kota Bandung saat Mimbar Hiburan dan Amal Bagi Dhuafa (MHABD) kembali digelar, Rabu (11/2/2026). Memasuki tahun ke-37, kegiatan sosial ini tetap konsisten menjadi ruang berbagi bagi anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

Tradisi 37 Tahun yang Sarat Nilai Kemanusiaan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir langsung dalam tradisi yang telah berlangsung sejak 1990 tersebut. Ia menilai MHABD bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol kepedulian sosial yang telah mengakar kuat di Kota Bandung.

“Selama 37 tahun kegiatan ini terus berjalan di Pendopo. Saya bersyukur bisa hadir langsung dalam tradisi yang sarat makna ini,” ujar Farhan.

Menurutnya, anak yatim dan dhuafa memiliki posisi penting sebagai pengingat moral bagi masyarakat. Kehadiran mereka, kata Farhan, menjadi refleksi nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga oleh seluruh warga kota.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan sambutan dalam acara MHABD ke-37 di Pendopo Kota Bandung bersama ratusan anak yatim dan dhuafa.

Farhan Soroti Potensi Kesenjangan Sosial di Bandung

Dalam kesempatan itu, Farhan juga menyinggung kondisi sosial ekonomi Bandung. Meski sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif seperti peningkatan pendapatan per kapita dan penurunan angka pengangguran, ia mengingatkan adanya potensi kesenjangan sosial yang perlu diwaspadai.

“Kita tidak boleh terlena. Ketimpangan bisa muncul ketika sebagian masyarakat bergerak maju lebih cepat, sementara yang lain tertinggal,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak warga yang memiliki kemampuan lebih untuk aktif membantu lingkungan sekitar. Setiap bentuk kepedulian dinilai sebagai langkah konkret untuk memperkecil jarak sosial di tengah masyarakat.

“Kepedulian tidak boleh berhenti pada wacana. Ia harus menjadi kesadaran dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Seniman Jadi Kekuatan MHABD

Farhan juga memberikan apresiasi kepada para seniman dan komunitas kreatif yang selama ini setia mendukung MHABD. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku seni menjadi fondasi utama keberlangsungan kegiatan ini.

“Ketika empati dan kreativitas berjalan beriringan, lahirlah energi positif untuk kota yang kita cintai,” tuturnya.

Pasangan disabilitas yang dinikahkan mengikuti kegiatan MHABD ke-37 di Pendopo sebagai wujud kepedulian sosial Kota Bandung

Yayasan MHABD Terus Kembangkan Program Sosial

Sementara itu, Ketua Yayasan MHABD Selvi Lusiana menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari niat sederhana untuk menyampaikan kebaikan melalui hiburan yang sarat makna. Seiring waktu, MHABD berkembang menjadi gerakan sosial yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

“Semua berangkat dari niat tulus untuk berbagi. Hiburan menjadi medium agar pesan kebaikan tersampaikan dengan hangat dan penuh kasih,” ujarnya.

Selvi menambahkan, selama lebih dari tiga dekade yayasan telah mengembangkan berbagai program sosial, di antaranya Mapak Munggah Ramadan, Jumat Berkah, Rumah Tahfiz Quran, bantuan bencana, pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, serta pelatihan kemandirian masyarakat.

Lebih dari 500 Peserta Hadiri MHABD ke-37

Kegiatan MHABD ke-37 dihadiri lebih dari 500 peserta, termasuk anak yatim dan dhuafa dari berbagai wilayah Kota Bandung. Hadir pula Wali Kota Bandung periode 2003–2013 Dada Rosada beserta istri Nani Suryani, serta sejumlah seniman senior seperti Sam dan Jaka Bimbo.

Pelaksanaan MHABD tahun ini kembali menegaskan bahwa Pendopo Kota Bandung bukan hanya pusat aktivitas pemerintahan, tetapi juga ruang kebersamaan yang terbuka dan hidup bagi seluruh warga.***

Kategori
Nasional

Google Angkat Isu Masa Depan Jurnalisme di Tengah Dominasi AI Lewat GNI Update

inplusnews.com, Serang – Perubahan lanskap informasi digital yang kian didominasi kecerdasan buatan (AI) menjadi sorotan utama dalam forum Google News Initiative (GNI) Update yang digelar di Hotel Aston Serang, Banten, Sabtu (8/2/2026).

Forum ini menghadirkan perwakilan pemerintah, Dewan Pers, serta pelaku industri media untuk membahas arah dan tantangan jurnalisme Indonesia di tengah derasnya arus informasi instan dan konten berbasis algoritma.


Jurnalisme Dinilai Kian Penting di Tengah Banjir Konten Sintetis

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria menilai perkembangan teknologi digital memang mempermudah akses informasi, namun sekaligus memunculkan persoalan serius terkait keaslian dan kepercayaan publik.

Menurutnya, konten berbasis AI kini semakin sulit dibedakan dari informasi faktual, sehingga masyarakat membutuhkan jurnalisme yang berpegang pada prinsip verifikasi.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan fakta yang mendalam dan bertanggung jawab masih memerlukan peran manusia, meskipun teknologi kecerdasan buatan terus berkembang.


Dewan Pers Soroti Perlindungan Hak Penerbit Media

Ketua Dewan Pers RI Prof. Komaruddin Hidayat menyoroti tantangan lain dalam ekosistem media digital, khususnya terkait pemanfaatan karya jurnalistik oleh berbagai platform tanpa mekanisme penghargaan yang seimbang.

Ia menilai isu hak penerbit (publisher right) perlu menjadi agenda bersama agar jurnalis tetap terdorong menghasilkan karya investigatif dan eksklusif yang berkualitas.

Menurutnya, kolaborasi yang sehat antara perusahaan teknologi dan industri pers penting untuk menjaga keberlanjutan jurnalisme nasional.


Google Tegaskan Komitmen Dukung Transformasi Media Lokal

Dari sisi Google, Head of News Partnerships Southeast Asia Adeel Farhan menyampaikan komitmen jangka panjang Google dalam mendukung transformasi media di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang dirancang sesuai kebutuhan lokal, mulai dari inovasi produk hingga penguatan kapasitas redaksi.

Paparan tersebut dilanjutkan oleh News Partner Manager Southeast Asia Yos Kusuma, yang menjelaskan berbagai kemitraan strategis GNI dengan media nasional.


Diskusi panel GNI Update menghadirkan perwakilan pemerintah, Dewan Pers, dan Google untuk membahas tantangan jurnalisme di era AI dan algoritma.

Diskusi Panel Bahas Inovasi dan Keberlanjutan Media

Forum GNI Update juga menghadirkan sesi diskusi panel yang melibatkan alumni Project Sigma Indonesia dan Revenue Growth Lab Indonesia. Para panelis berbagi pengalaman dalam menjangkau audiens muda serta mengembangkan strategi pendapatan berbasis data.

Project Sigma Indonesia merupakan program intensif 10 minggu yang berfokus pada inovasi format konten dan pemanfaatan data, sementara Revenue Growth Lab Indonesia dirancang untuk memperkuat keberlanjutan bisnis media digital.


Kolaborasi Jadi Kunci Ekosistem Informasi Sehat

Melalui GNI Update, Google berharap dapat mempererat sinergi antara perusahaan teknologi, regulator, dan insan pers. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem informasi digital yang sehat, kredibel, dan berdaya saing di Indonesia.***

Kategori
Pemerintahan

Model SPPG Terintegrasi Resmi Beroperasi di Cihaurgeulis

Bandung, inplusnews.com, – Kota Bandung kembali menghadirkan terobosan dalam layanan pemenuhan gizi. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumapul Cihaurgeulis 02, Senin, 9 Februari 2026. Fasilitas ini mengusung model baru dengan layanan yang terintegrasi langsung dengan sekolah penerima manfaat.

Berbeda dari pola sebelumnya, dapur SPPG Cihaurgeulis 02 dibangun berdampingan dengan lingkungan sekolah. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas distribusi serta pengawasan kualitas makanan bagi penerima manfaat.

SPPG Menyatu dengan Sekolah Penerima Manfaat

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut SPPG Cihaurgeulis 02 sebagai inovasi layanan gizi karena lokasinya yang melekat langsung dengan sekolah.

“SPPG ini melekat dengan sekolah penerima manfaat. Ini menjadi salah satu model baru yang akan kita lihat dan pelajari perkembangannya,” ujar Farhan.

Menurutnya, kedekatan fisik antara dapur layanan dan sekolah menjadi keunggulan tersendiri dalam menjaga kualitas makanan.

Pengawasan Kualitas Gizi Lebih Cepat dan Efektif

Farhan menjelaskan, tanpa adanya jarak antara dapur dan sekolah, setiap evaluasi terkait menu maupun penyajian dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Kalau ada masukan atau evaluasi, koreksi bisa langsung dilakukan. Ini penting untuk memastikan kualitas gizi tetap terjaga,” katanya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan SPPG Cihaurgeulis 02 sebagai model baru layanan pemenuhan gizi terintegrasi dengan sekolah

Edukasi Lingkungan Terintegrasi dalam Layanan Gizi

Selain fokus pada pemenuhan gizi, SPPG Cihaurgeulis 02 juga mengintegrasikan unsur pendidikan lingkungan. Sisa makanan dari aktivitas dapur tidak hanya dikelola sebagai limbah, tetapi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pengolahan sampah organik bagi siswa.

Farhan menilai pendekatan ini sebagai sistem yang bersifat menyeluruh. Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab satu sektor, melainkan bagian dari ekosistem pendidikan dan pembentukan karakter.

Jadi Percontohan untuk Sekolah Lain

Kelurahan Cihaurgeulis bersama pihak sekolah akan menjadikan area SPPG sebagai pusat praktik pengolahan sisa makanan menjadi kompos dan bentuk pengolahan lainnya. Dengan demikian, layanan gizi terhubung langsung dengan pendidikan lingkungan hidup.

Model terintegrasi ini akan dikaji lebih lanjut sebelum diusulkan kepada Badan Gizi Nasional agar dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain.

“Kita jadikan ini sebagai model percontohan. Setelah dipelajari dan dievaluasi, baru kita usulkan agar bisa direplikasi lebih luas,” ujar Farhan.

Target Layani 3.000 Penerima Manfaat

Sementara itu, Ketua Yayasan RP Hartoyo, Jonni BS Nugroho, menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya menyiapkan konsep yang menggabungkan pengelolaan sampah sekolah dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat ini, SPPG Cihaurgeulis 02 melayani sekitar 800 siswa jenjang SMP, SMA, dan SMK. Ke depan, kapasitas layanan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 3.000 penerima manfaat, termasuk dua sekolah dasar serta kelompok masyarakat seperti ibu hamil dan anak-anak yang membutuhkan tambahan asupan gizi. (rob)***

Kategori
Pendidikan

Mini Research SMP Ar Rafi’ Drajat Latih Kepedulian Lingkungan dan Karakter Qur’ani Siswa

Bandung, inplusnews.com, “Mini Research SMP Ar Rafi’ Drajat Latih Kepedulian Lingkungan dan Karakter Qur’ani Siswa” SMP Ar Rafi’ Drajat menggelar kegiatan mini research pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Hotel Malaka, Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan akademik dan karakter siswa kelas IX yang dirancang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan sosial, lingkungan, teknologi, dan sains berbasis nilai Qur’ani.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para orang tua peserta didik serta tamu undangan dari perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Selain itu, acara ini juga melibatkan panelis dari kalangan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan.

Mini Research Jadi Sarana Pembentukan Karakter Siswa

Direktur Utama Ar Rafi’ Drajat Center, Dr. Harry Suderadjat, Drs., M.Pd., menegaskan bahwa mini research bukan sekadar tugas akademik, melainkan sarana pembentukan kesadaran spiritual, emosional, dan sosial peserta didik di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

“Anak-anak dilatih untuk peduli lingkungan, peduli masyarakat, dan memikirkan masa depan. Mini research ini menjadi latihan untuk mencegah mereka dari pengaruh chaos akibat globalisasi, sekaligus meningkatkan kepedulian kepada sesama dan alam,” ujar Harry.

Direktur Utama Ar Rafi’ Drajat Center, Dr. Harry Suderadjat, Drs., M.Pd.

Menurutnya, pendekatan Qur’ani menjadi fondasi utama dalam setiap proses penelitian. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai, siswa diharapkan mampu memecahkan persoalan kehidupan secara utuh serta tumbuh sebagai generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab.

Puluhan Siswa Presentasikan Hasil Penelitian

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Dasar SMP Ar Rafi’ Drajat sekaligus Ketua Panitia, Nur Dwi Laili Kurniawati, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan mini research diikuti oleh 40 siswa yang mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan panelis.

“Kegiatan ini bertujuan melatih kepekaan anak-anak terhadap masalah di sekitarnya, membiasakan mereka mencari solusi, serta melatih kemampuan mempresentasikan hasil penelitian secara ilmiah,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekolah menetapkan tiga tema utama penelitian, yakni sosial, teknologi, dan sains.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Dasar SMP Ar Rafi Drajat sekaligus Ketua Panitia, Nur Dwi Laili Kurniawati, M.Pd

Panelis dari Akademisi dan Peneliti Nasional

Proses penilaian dilakukan oleh panelis dari berbagai institusi, di antaranya:

  • Prof. Dr. H. Chaerul Rochman, M.Pd., CIQaR., Dosen Tadris IPA Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Yusna Hasani Siregar, M.T., Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN
  • Prima Dermawan, M.Cs., Staf Divisi ICT, Data, dan Evaluasi SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS)
  • Akademisi perguruan tinggi, praktisi pendidikan, serta panelis profesional lainnya

Mini Research Jadi Syarat Kelulusan Siswa Kelas IX

Nur Dwi menegaskan bahwa mini research merupakan salah satu syarat kelulusan bagi seluruh siswa kelas IX. Setiap penelitian juga wajib mengaitkan temuan riset dengan ayat Al-Qur’an sebagai bentuk integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai keimanan.

“SMP Ar Rafi’ Drajat ingin mendidik anak-anak menjadi manusia yang kaffah, tidak hanya pandai secara intelektual, tetapi juga memahami bahwa ilmu bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah,” ujarnya.

Siswa SMP Ar Rafi’ Drajat mempresentasikan hasil mini research

Orang Tua Apresiasi Kemandirian Siswa

Dari sisi orang tua, kegiatan ini mendapat respons positif. Salah satu orang tua siswa, dr. Dhany Kartika Sari, mengaku bangga melihat kemandirian anaknya selama mengikuti proses mini research.

“Saya sangat puas dengan pembinaan yang diberikan sekolah. Anak saya mengerjakan penelitian dan presentasi secara mandiri. Ini pengalaman yang sangat berharga,” katanya.

Salah satu peserta, Maheswara Raihan Dhatisarananta, mempresentasikan penelitian berjudul DATA, berupa prototipe robot kapal pembersih sampah di perairan. Penelitian tersebut dikerjakan sejak Agustus 2025 hingga Januari 2026.

“Prosesnya cukup panjang dan melelahkan, tapi sangat seru. Setelah sidang rasanya puas dan lega meski sempat deg-degan,” ujar Maheswara.

Melalui kegiatan mini research ini, SMP Ar Rafi’ Drajat berharap dapat melahirkan generasi yang mandiri, berkarakter kuat, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki landasan spiritual yang kokoh dalam menghadapi tantangan masa depan.***“Mini Research SMP Ar Rafi’ Drajat Latih Kepedulian Lingkungan dan Karakter Qur’ani Siswa”

Kategori
Daerah

Dua Balita Tewas Tertimbun Longsor Pangalengan, Bupati Bandung Janji Bangunkan Rumah Korban

Kabupaten Bandung, inplusnews.com, “Dua Balita Tewas Tertimbun Longsor Pangalengan, Bupati Bandung Janji Bangunkan Rumah Korban” — Musibah tanah longsor kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Bandung. Dua anak usia dini meninggal dunia setelah rumah kontrakan yang mereka tempati tertimbun longsor di Desa Tribakti, Kecamatan Pangalengan, Minggu (1/2/2026) siang.

Korban diketahui merupakan kakak beradik, Aldi yang masih berusia 3 bulan dan Rere Refania berusia 5 tahun. Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat kedua korban berada di dapur rumah.


Longsor Terjadi Saat Korban Berada di Dalam Rumah

Berdasarkan keterangan keluarga, dinding rumah tiba-tiba ambruk akibat tekanan material tanah dari tebing di bagian belakang bangunan. Kondisi tanah yang labil diduga menjadi penyebab utama longsor tersebut.

Satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara korban lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, korban meninggal dunia dalam perjalanan akibat luka serius yang diderita.


Bupati Bandung Turun Langsung Temui Keluarga Korban

Mendapat laporan adanya korban jiwa, Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung mendatangi lokasi bencana. Ia didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi serta unsur perangkat daerah terkait.

Dalam kunjungannya, Bupati yang akrab disapa Kang DS menyempatkan diri bertemu orang tua korban, Ato Sunarto dan istrinya. Dari hasil dialog, diketahui keluarga tersebut masih menempati rumah kontrakan karena belum memiliki hunian sendiri.

Pasca-kejadian, keluarga korban sementara mengungsi ke rumah orang tua yang lokasinya tidak jauh dari titik longsor.

Suasana haru keluarga korban longsor saat dikunjungi Bupati Bandung

Pemkab Bandung Siapkan Rumah Layak Huni untuk Korban

Melihat kondisi keluarga korban, Kang DS menyatakan komitmennya untuk membantu secara langsung dengan membelikan lahan sekaligus membangunkan rumah layak huni.

Ia juga menginstruksikan Kepala Desa Tribakti agar segera mencarikan lokasi aman yang sesuai untuk pembangunan rumah tersebut. Pernyataan itu disambut isak tangis haru dari orang tua korban dan keluarga yang hadir.

Selain itu, Pemkab Bandung juga akan mengontrakkan rumah sementara bagi tujuh keluarga lain yang terdampak longsor dan mengalami kerusakan tempat tinggal.


Langkah Mitigasi dan Imbauan Kewaspadaan

Dalam kesempatan tersebut, Kang DS turut menyerahkan bantuan dana pribadi serta sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah daerah akan melakukan penanaman pohon serta pembangunan tembok penahan tanah di lokasi longsor untuk mengurangi risiko kejadian serupa.

Di akhir kunjungan, Bupati Bandung mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor.***“Dua Balita Tewas Tertimbun Longsor Pangalengan, Bupati Bandung Janji Bangunkan Rumah Korban”

Kategori
Daerah

Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok di Bandung Masih Terkendali

Bandung, inplusnews.com — Pemerintah Kota Bandung memastikan kondisi harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah masih berada dalam situasi yang relatif stabil. Meski dipengaruhi cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan, pergerakan harga di pasar tradisional dinilai masih dalam batas wajar dan belum menimbulkan gejolak berarti.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa pemantauan harga dilakukan secara rutin dan intensif oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) di sejumlah pasar tradisional. Dari hasil pengawasan tersebut, belum ditemukan lonjakan harga yang berpotensi menekan daya beli masyarakat.

“Secara umum kondisi harga masih terkendali. Ada kenaikan di beberapa komoditas hortikultura, terutama cabai, akibat faktor cuaca, namun kenaikannya masih wajar dan tidak ekstrem,” ujar Farhan, Minggu (1/2/2026).

Harga Cabai Naik, Namun Masih dalam Batas Wajar

Dinas Perdagangan dan Perindustrian mencatat bahwa nilai jual cabai rawit merah di pasar saat ini telah menyentuh angka Rp58.000 untuk setiap kilogramnya. Angka tersebut naik sekitar Rp9.000 dibandingkan periode sebelumnya, namun masih jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan harga pada periode lalu yang sempat menembus Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

“Menurutnya, tren harga saat ini menunjukkan stabilitas yang lebih baik ketimbang situasi yang mereka temukan ketika meninjau lapangan bersama Bulog dan Disdagin sebelumnya.”

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau stabilitas harga pangan jelang Ramadan

Harga Protein Hewani Masih Normal

Untuk komoditas protein hewani, Pemkot Bandung memastikan harga masih berada pada level normal. Data Disdagin per akhir Januari 2026 mencatat harga daging sapi di kisaran Rp140.000 per kilogram, daging ayam ras sekitar Rp38.000 per kilogram, dan telur ayam berada di angka Rp29.000 per kilogram.

“Untuk komoditas daging dan telur, tidak ada kenaikan signifikan. Pasokan aman dan harga masih stabil,” jelas Farhan.

Distribusi Pangan Aman Meski Ada Longsor di KBB

Farhan memastikan bencana longsor yang sempat terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak berdampak pada distribusi bahan pangan ke Kota Bandung. Jalur distribusi dari daerah pemasok dinilai tetap lancar sehingga tidak mengganggu ketersediaan barang di pasar.

“Distribusi dari para distributor berjalan normal. Tidak ada hambatan pasokan ke Kota Bandung,” ujarnya.

Pemkot Bandung Siapkan Bazar Murah di 30 Kecamatan

Menjelang Ramadan hingga Idulfitri, Pemkot Bandung berkomitmen menjaga stabilitas harga pangan. Salah satu langkah antisipatif yang dilakukan adalah kembali menggelar Bazar Murah Utama (Bazmut) di 30 kecamatan.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah konkret untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menekan potensi inflasi,” tegas Farhan.

Exit mobile version