Kategori
TNI/POLRI

Dukung Gerakan Indonesia Asri, Kodim 0618/KB Bersihkan Tumpukan Sampah di Bandung Kulon

BANDUNG, inplusnews.com – Personel Kodim 0618/Kota Bandung menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan melalui kegiatan Kerja Bakti “Kamis Bersih” di Jalan Rengas, Kelurahan Gempol Sari, Kecamatan Bandung Kulon, Kamis (26/2/2026). Aksi ini difokuskan pada pembersihan titik penumpukan sampah liar guna mewujudkan estetika kota yang sehat dan asri.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Asri ini dipimpin langsung oleh Danramil 1806/Bandung Kulon, Kapten Inf. Darwanto, dengan melibatkan sekitar 70 personel gabungan dari unsur TNI, petugas Gober, serta swadaya masyarakat setempat.

Baca Juga: Daftar Agenda Bakti Sosial Kodim 0618/KB di Wilayah Kota Bandung Sepanjang 2026

Sinergi Lintas Sektoral

Pantauan di lapangan, sebanyak 30 prajurit TNI bersinergi dengan 20 petugas Gober dan 20 warga RW 05/RT 07 Kelurahan Gempol Sari. Dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan, para petugas menyisir area tumpukan sampah menggunakan cangkul, sekop, hingga dua unit motor angkut roda tiga.

Danramil 1806/Bandung Kulon, Kapten Inf. Darwanto, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan cermin martabat Kota Bandung sebagai destinasi wisata dan kuliner unggulan.

“Bandung adalah pusat perhatian wisatawan. Melalui kerja bakti ini, kita ingin memastikan kota ini tetap dikenal sebagai kota yang bersih dan nyaman bagi siapa saja yang berkunjung,” ujar Kapten Inf. Darwanto saat memimpin apel pengecekan di Youth Space RW 05.

Danramil 1806 Bandung Kulon Kapten Inf Darwanto Memberikan Arahan Saat Apel Kesiapan Kerja Bakti Pembersihan Sampah Lingkungan Di Kecamatan Bandung Kulon

Target Bersih dan Tuntas

Pihak kewilayahan turut hadir memberikan dukungan penuh, di antaranya Pasi Ops Kodim 0618/KB Mayor Arm. Bambang Sugiyono, Camat Bandung Kulon Drs. Yogiarto Yoharim, M.M., serta Lurah Gempol Sari Dra. Tri Setya Handayani, M.Si.

Kunjungi portal resmi Pemerintah Kota Bandung untuk informasi terkini mengenai layanan pengangkutan sampah kota.

Kehadiran para tokoh wilayah ini memperkuat koordinasi antara babinsa dan warga dalam menjaga keberlanjutan kebersihan lingkungan pasca-pembersihan.

Ia menegaskan agar setiap personel menjalankan amanah tersebut dengan penuh ketulusan dan dedikasi terbaik, sehingga dampaknya benar-benar bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB ini berjalan kondusif. Selain membersihkan sampah, aksi ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif warga Bandung Kulon untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan di lahan terbuka.***

Kategori
Pemerintahan

Rotasi 154 Pejabat, Kang DS Dorong Birokrasi Adaptif untuk Wujudkan Bandung Lebih Bedas

KABUPATEN BANDUNG – Upaya memperkuat struktur pemerintahan terus dilakukan Bupati Bandung Dadang Supriatna. Melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 154 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung, konsolidasi birokrasi kembali ditegaskan sebagai fondasi menghadapi dinamika pembangunan yang semakin kompleks.

Pelantikan yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Jumat (20/2/2026), mencakup pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, hingga pejabat Fungsional. Menurut Kang DS—sapaan akrab Dadang Supriatna—rotasi, mutasi, dan promosi tersebut dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kompetensi, integritas, serta aspek administratif.

Dalam sambutannya, Kang DS menekankan pentingnya aparatur yang mampu menjaga kepercayaan publik. Ia menyebutkan bahwa birokrasi yang kuat hanya dapat dibangun oleh pejabat yang memiliki loyalitas, dedikasi, dan komitmen pelayanan.

“Penempatan jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Kapasitas dan tanggung jawab menjadi pertimbangan utama,” ujarnya.

Tanggal 20 Februari 2026 juga menjadi momentum refleksi satu tahun kepemimpinan Kang DS bersama Wakil Bupati Ali Syakieb. Ia menilai tahun pertama sebagai periode konsolidasi internal sekaligus penyusunan arah strategis pembangunan jangka menengah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna Melantik 154 Pejabat Di Gedung Moh Toha Soreang Dalam Rotasi Dan Promosi Jabatan 2026

Menurutnya, tantangan pemerintahan ke depan akan semakin berat, terutama dalam menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan profesional. Oleh karena itu, penataan organisasi dinilai penting agar perangkat daerah lebih responsif dan adaptif terhadap perubahan.

Pelantikan ini sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan visi Kabupaten Bandung Lebih Bedas—Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera. Kang DS mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk menginternalisasi nilai BerAKHLAK sebagai budaya kerja, mulai dari orientasi pelayanan hingga kolaborasi lintas sektor.

Ia menegaskan pentingnya konsolidasi cepat di masing-masing perangkat daerah, serta mendorong lahirnya inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, acara pelantikan ditutup dengan penanaman pohon di kawasan Stadion Si Jalak Harupat. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kang DS juga menyampaikan harapan agar seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menunjukkan kinerja terbaik, menjaga profesionalisme, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas demi kemajuan Kabupaten Bandung.

Kategori
Keagamaan

Urgensi Ruang Ibadah di Kawasan Si Jalak Harupat: Menilik Peran Strategis Masjid Nur Alif di Usia Satu Tahun

KABUPATEN BANDUNG, inplusnews.com, “Urgensi Ruang Ibadah di Kawasan Si Jalak Harupat: Menilik Peran Strategis Masjid Nur Alif di Usia Satu Tahun” – Kawasan Stadion Si Jalak Harupat tidak hanya menjadi pusat gravitasi olahraga dan kegiatan massa di Kabupaten Bandung, tetapi juga memunculkan tantangan tersendiri terkait ketersediaan fasilitas penunjang. Salah satu yang paling krusial adalah kebutuhan sarana ibadah yang representatif saat digelarnya acara besar (gelaran besar).

Menjawab kebutuhan tersebut, Masjid Nur Alif Jalak Harupat kini genap berusia satu tahun. Di balik bangunan yang terus bersolek, masjid ini memegang peranan vital sebagai satu-satunya “oase” spiritual bagi ribuan pengunjung, atlet, hingga penonton yang memadati kawasan tersebut, khususnya pada hari Jumat.

Prasoni Agung, Tokoh Pendiri Mesjid Nur Alif, Peringatan Satu Tahun Masjid Nur Alif Dengan Dukungan Pemkab Bandung

Dilema Kapasitas: Dari 5 ke 500 Jamaah

Tokoh Pendiri Masjid Nur Alif, Prasoni Agung, mengungkapkan dinamika unik yang dihadapi pengelola. Jika pada hari biasa (salat Subuh) jamaah hanya terdiri dari 4 hingga 5 warga lokal, angka ini melonjak drastis saat memasuki waktu salat Jumat.

“Secara rutin, jamaah Jumat minimal mencapai 350 orang. Namun, saat ada acara atau pertandingan di Jalak Harupat, kapasitas 500 orang di dalam masjid seringkali tidak lagi mencukupi. Jamaah bisa membludak melebihi kapasitas yang ada,” ujar Prasoni.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa keberadaan masjid jami di area tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar bagi publik yang beraktivitas di stadion kebanggaan warga Bandung ini.

Menuju Fasilitas yang Lebih Representatif

Meskipun saat ini kondisi masjid sudah jauh lebih nyaman dengan fasilitas karpet yang memadai dan adanya layanan ambulans gratis, tantangan ruang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Target utama DKM saat ini adalah percepatan pembangunan lantai dua.

“Kami mendedikasikan masjid ini untuk menopang kegiatan di Jalak Harupat. Harapan kami, lantai dua bisa segera tuntas sehingga saat ada event besar, jamaah bisa beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman tanpa harus berdesakan,” tambah Prasoni.

Penyerahan Bantuan Simbolis Untuk Masjid Nur Alif Oleh Pemkab Bandung

Dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung

Pentingnya peran Masjid Nur Alif mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Dalam peringatan milangkala pertama ini, Asisten Kesra Dr. Erwin Rinaldi hadir memberikan dukungan melalui penyerahan bantuan secara simbolis.

Dukungan ini diharapkan menjadi stimulan agar Masjid Nur Alif dapat segera meningkatkan daya tampungnya, mengingat posisinya yang strategis sebagai wajah pelayanan publik di sektor keagamaan di kawasan olahraga internasional tersebut.***“Urgensi Ruang Ibadah di Kawasan Si Jalak Harupat: Menilik Peran Strategis Masjid Nur Alif di Usia Satu Tahun” .

Kategori
TNI/POLRI

Gotong Royong Siang Malam, TMMD Kodim 0624 Bandung Rampungkan 551 Meter Jalan di Cipelah Rancabali

Bandung, inplusnews.com, “Gotong Royong Siang Malam, TMMD Kodim 0624 Bandung Rampungkan 551 Meter Jalan di Cipelah Rancabali” – Program TMMD Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0624/Kabupaten Bandung di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, menunjukkan progres signifikan. Hingga 16 Februari 2026, pengecoran jalan telah mencapai 551 meter dari total target 900 meter di Kampung Babakan Simpang, Gunung Leutik.

Pembangunan infrastruktur melalui program TMMD 127 ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mempercepat akses pembangunan desa, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Bandung.

Progres TMMD 127 di Rancabali Capai 551 Meter

Komandan Kodim 0624/Kabupaten Bandung, Letkol Kav Samto Betah, menyampaikan bahwa capaian 551 meter pengecoran jalan merupakan hasil kerja keras Satgas TMMD bersama warga Desa Cipelah.

Menurutnya, progres tersebut menjadi indikator kuat bahwa target penyelesaian 900 meter jalan beton optimistis dapat tercapai tepat waktu.

“Beliau menegaskan bahwa proyek ini melampaui pembangunan infrastruktur fisik; ini adalah upaya menciptakan jejaring konektivitas sekaligus mengukuhkan ikatan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat.”

Sinergi TNI dan Warga Jadi Kekuatan Utama

Keberhasilan TMMD Kodim 0624 Bandung tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Warga Cipelah terlibat langsung dalam proses perataan badan jalan, pemasangan bekesting, hingga membantu distribusi material.

Gotong royong dilakukan sejak pagi hingga malam hari. Semangat kebersamaan tersebut mempercepat pengerjaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

“Antusiasme warga menjadi energi utama dalam pelaksanaan TMMD 127 di Rancabali. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah demi akses jalan yang lebih baik,” tambah Letkol Samto.

Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Gunung Leutik

Jalan beton yang dibangun melalui program TMMD 127 ini diproyeksikan menjadi jalur vital bagi masyarakat Gunung Leutik. Selama ini, akses yang terbatas menjadi kendala distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga.

Dengan meningkatnya kualitas infrastruktur desa, aktivitas ekonomi diharapkan tumbuh lebih cepat. Petani dapat mengangkut hasil panen dengan lebih efisien, sementara anak-anak sekolah memperoleh akses perjalanan yang lebih aman dan nyaman.

Pembangunan jalan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan di Kabupaten Bandung, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti Rancabali.

Progres Pengecoran 551 Meter Jalan TMMD 127 Gunung Leutik

Dandim Apresiasi Manajemen Lapangan dan Tekankan Safety

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Kav Samto Betah juga mengapresiasi kepemimpinan Kapten Inf Supriadi selaku Danramil 2424/Ciwidey yang memimpin personel di lapangan.

Ia menilai medan Rancabali yang memiliki kontur menantang dan kondisi cuaca tidak menentu membutuhkan manajemen kerja yang disiplin dan terukur.

“Mengelola ritme kerja fisik di medan seperti ini membutuhkan ketahanan mental dan fisik yang prima. Progres lebih dari setengah kilometer menunjukkan koordinasi berjalan efektif,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keselamatan kerja, terutama saat pengecoran dilakukan hingga malam hari. Seluruh personel Satgas TMMD diminta menjaga stamina dan tetap mengedepankan faktor keamanan agar target 100 persen dapat dicapai sesuai jadwal.

Program TMMD Reguler ke-127 di Desa Cipelah menjadi bukti bahwa kolaborasi TNI dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata. Dengan progres 551 meter jalan beton yang telah terselesaikan, harapan baru bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga Rancabali semakin terbuka lebar.***“Gotong Royong Siang Malam, TMMD Kodim 0624 Bandung Rampungkan 551 Meter Jalan di Cipelah Rancabali”.

Kategori
Daerah

Ribuan Kader Ansor Padati Kabupaten Bandung, Kang DS Serukan Jaga Keutuhan NKRI!

Bandung, inplusnews.com, – Kabupaten Bandung menjadi pusat perhatian saat dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan istighotsah, doa bersama, dan munggahan yang digelar Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Kecamatan Margaasih, Minggu, 15 Februari 2026.

Acara ini dihadiri jajaran pengurus pusat serta perwakilan wilayah dari sejumlah provinsi seperti Aceh, Nusa Tenggara Timur, Bali, dan berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Momentum tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan spiritual menjelang Ramadan.

Kabupaten Bandung Jadi Pusat Konsolidasi Kader Ansor

Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah menunjukkan kuatnya solidaritas dan jaringan organisasi. Istighotsah dan munggahan ini menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan di kalangan kader Ansor.

Kang DS Tekankan Pentingnya Menjaga NKRI

Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS, menyampaikan apresiasi atas konsistensi GP Ansor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran Ansor dalam merawat persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, sejak berdiri pada 24 April 1934, GP Ansor telah berkontribusi dalam perjalanan sejarah bangsa. Semangat tersebut harus terus dijaga agar tidak pernah padam.

Bupati Bandung Dadang Supriatna Menyampaikan Sambutan Dalam Acara Istighotsah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Di Ponpes Darul Maarif Margaasih

Kolaborasi Ulama dan Umara Perkuat Stabilitas Daerah

Kang DS juga menekankan bahwa Ansor tidak hanya berperan mengawal ulama, tetapi juga bersinergi dengan umara, termasuk Pemerintah Kabupaten Bandung. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta menjaga stabilitas daerah.

Ia menilai situasi Kabupaten Bandung yang relatif aman dan kondusif tidak terlepas dari kontribusi berbagai elemen masyarakat, termasuk GP Ansor. Dengan kondisi yang stabil, pemerintah daerah dapat lebih fokus pada percepatan pembangunan.

Istighotsah dan Munggahan Jadi Momentum Spiritual

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, Subhan Fahmi, menjelaskan bahwa kegiatan istighotsah dan munggahan bukan sekadar seremoni. Kegiatan tersebut merupakan ikhtiar spiritual untuk keselamatan bangsa dan penguatan solidaritas kader.

Menurutnya, munggahan menjadi momentum mempererat ukhuwah serta mempertegas komitmen pengabdian kepada para kiai dan NKRI. Melalui doa bersama, GP Ansor Jawa Barat berharap bangsa Indonesia senantiasa diberi perlindungan dan keberkahan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen GP Ansor untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai kebangsaan, dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.***

Kategori
Sosial Budaya

Jelang Ramadan, 79 PPKS Terjaring Operasi Dini Hari! Dinsos Bandung Bergerak Cepat

Bandung, inplusnews.com, – Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Sosial Kota Bandung menggelar operasi penjangkauan gabungan terhadap Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Sabtu dini hari, 14 Februari 2026. Hasilnya, sebanyak 79 orang berhasil didata dan ditangani dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penataan kota sekaligus langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan jumlah PPKS selama Ramadan.

Dua Tim Bergerak Sejak Dini Hari

Operasi dibagi menjadi dua regu yang menyisir sejumlah titik rawan di Kota Bandung. Tim pertama mulai bergerak pukul 02.30 WIB dari kawasan Simpang Lima dan berakhir di sekitar Masjid Raya Bandung. Sementara tim kedua memulai penjangkauan dari Jalan Suniaraja dan berkumpul di kawasan Pendopo Kota Bandung.

Pada tahap awal, sekitar 50 orang langsung terjaring dan menjalani asesmen di lokasi. Seluruhnya kemudian dibawa untuk pendataan dan pemeriksaan lanjutan.

Operasi ini melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinsos, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, Satpol PP, DP3A, KPAD, DPMKP, DPKP, DLH hingga DSDABM Kota Bandung.

Kepala Dinsos Kota Bandung Yorisa Sativa memberikan keterangan terkait operasi penertiban menjelang Ramadan 2026

Mayoritas Gelandangan dan Berasal dari Luar Kota

Berdasarkan rekapitulasi akhir, total 79 PPKS yang terdata terdiri atas 53 gelandangan, 17 pemulung, 4 lansia, 2 penyandang disabilitas mental, serta 3 anak terlantar.

Dari segi usia, terdapat 52 orang dewasa, 24 lansia, 2 anak, dan 1 balita. Sementara berdasarkan jenis kelamin, 68 laki-laki dan 11 perempuan.

Sekitar 75 persen dari mereka diketahui berasal dari luar Kota Bandung. Hingga pagi hari, 77 orang telah difasilitasi untuk kembali ke daerah asalnya melalui koordinasi lintas instansi.

Lanjut Rehabilitasi dan Pemberdayaan

Sebagai tindak lanjut, Disdukcapil melakukan pemeriksaan biometrik bagi PPKS yang belum memiliki identitas resmi. Untuk warga luar kota, pemulangan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan dukungan transportasi dari Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Sementara itu, warga Kota Bandung yang terjaring akan mendapatkan layanan rehabilitasi sosial dan program pemberdayaan, baik melalui sistem dalam panti maupun luar panti.

Yorisa memastikan kegiatan penjangkauan ini akan terus dilakukan secara rutin, khususnya menjelang momen-momen besar seperti Ramadan, guna menjaga ketertiban dan memastikan penanganan sosial berjalan lebih optimal di Kota Bandung.***

Kategori
Daerah Pemerintahan

Bandung Target 1.000 Rusunami untuk MBR, Kolaborasi Pusat dan Daerah Dipercepat

Bandung, inplusnews.com, – Program pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di Kota Bandung semakin menunjukkan progres signifikan. Pemerintah pusat dan daerah kini bergerak cepat menyatukan langkah demi menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi atas kesigapan Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kolaborasi lintas pemerintahan. Hal itu disampaikannya saat meninjau lokasi rencana pembangunan Rusunami pada Kamis, 12 Februari 2026.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga pemerintah kota menjadi fondasi utama percepatan program perumahan rakyat yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tantangan Ada, Integritas Jadi Kunci

Maruarar mengingatkan bahwa pembangunan Rusunami tentu tidak akan berjalan tanpa hambatan. Namun, ia menekankan pentingnya tata kelola yang transparan, integritas dalam pelaksanaan, kualitas bangunan yang terjamin, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

Keberhasilan program ini, menurutnya, bukan sekadar membangun unit hunian, melainkan memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat memiliki rumah dengan skema yang terjangkau.

Target 1.000 Unit untuk Warga Bandung

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan harapannya agar Kota Bandung mendapatkan alokasi sekitar 1.000 unit rumah subsidi. Skema yang dirancang berbasis kepemilikan, sehingga masyarakat tidak direlokasi, melainkan memperoleh hunian hak milik.

Program ini menyasar warga yang belum memiliki rumah tetapi memiliki penghasilan tetap sehingga mampu mencicil. Dukungan pembiayaan akan diperkuat melalui subsidi dari Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) agar cicilan lebih ringan dan terjangkau.

Farhan juga mengusulkan agar tenaga pendidik menjadi salah satu kelompok prioritas penerima hunian, mengingat banyaknya fasilitas pendidikan di sekitar lokasi yang direncanakan.

Diskusi antara pemerintah pusat dan daerah terkait percepatan program perumahan subsidi di Bandung

Tidak Hanya di Satu Titik

Pemerintah tidak hanya memusatkan pembangunan di satu kawasan. Beberapa lokasi alternatif tengah disiapkan, termasuk kawasan Bandung Timur seperti Cimincerang. Strategi ini bertujuan memperluas akses hunian layak di berbagai wilayah Kota Bandung.

Hunian Vertikal Jadi Solusi Kota Padat

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, memastikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menilai konsep hunian vertikal menjadi solusi strategis untuk menekan alih fungsi lahan di wilayah perkotaan.

Model kolaborasi yang diterapkan di Bandung bahkan dinilai berpotensi menjadi contoh bagi kota dan kabupaten lain di Jawa Barat.

Saat ini, pemerintah masih mematangkan aspek regulasi, tata kelola, serta mekanisme pembiayaan. Detail teknis program dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Rusunami Bandung 2026 berpeluang menjadi langkah besar dalam membuka akses kepemilikan rumah bagi ribuan warga berpenghasilan rendah.***

Kategori
Sosial Budaya

Eyang Memet Tegaskan Kaderisasi dan Pemeliharaan Kunci Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Pasirjambu

Kabupaten Bandung, inplusnews.com, – Komitmen menjaga kelestarian alam di kawasan Blok Malaberes, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung kembali ditegaskan oleh Eyang Memet dari Yayasan Panata Giri Raharja, Sabtu (14/2/2025).

Komitmen Pelestarian Hayati di Blok Malaberes

Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati tidak bisa berhenti pada kegiatan penanaman pohon semata. Menurutnya, gerakan penghijauan harus dibarengi dengan sistem kaderisasi yang kuat agar muncul generasi penjaga lingkungan yang konsisten dan berkelanjutan.

Blok Malaberes dinilai memiliki potensi ekologis yang penting untuk dijaga. Karena itu, pendekatan pelestarian harus dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Reforestasi Harus Disertai Pemeliharaan dan Monitoring

Ia menjelaskan, reforestasi merupakan proses jangka panjang. Setelah penanaman bibit dilakukan, tahap pemeliharaan hingga monitoring dan evaluasi (monev) menjadi faktor penentu keberhasilan.

Tanpa pengawasan rutin, bibit yang ditanam berisiko tidak tumbuh optimal. Oleh sebab itu, sistem evaluasi berkala perlu diterapkan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan sesuai harapan dan memberikan dampak ekologis nyata bagi wilayah Pasirjambu.

Eyang Memet Tegaskan Kaderisasi dan Pemeliharaan Kunci Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Pasirjambu

Karakter Building dan Spirit Lingkungan dalam Program MBG

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pembangunan karakter (character building) serta transformasi nilai dan spirit kepedulian lingkungan. Upaya tersebut, katanya, harus berjalan seiring dengan program Menanam Bibit Gratis (MBG).

Menurutnya, program MBG tidak boleh dimaknai sebatas pembagian bibit, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pembinaan, tanggung jawab, dan komitmen jangka panjang.

Dengan kaderisasi yang terencana, pemeliharaan berkelanjutan, serta monitoring yang konsisten, pelestarian keanekaragaman hayati di Pasirjambu diyakini dapat berlangsung lebih efektif dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.***

Kategori
Bisnis

Galeri Patrakomala Kurasi Produk Fesyen UMKM Bandung, Siap Dongkrak Daya Saing Pasar

Bandung, inplusnews.com — Upaya mendorong kualitas produk lokal terus dilakukan Galeri Patrakomala melalui kegiatan kurasi fesyen bagi pelaku UMKM Kota Bandung, Jumat (13/2/2026). Program ini menjadi langkah konkret untuk membantu pelaku usaha meningkatkan mutu produk sekaligus memperkuat posisi di pasar yang semakin kompetitif.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah desainer dan kurator profesional dilibatkan untuk menilai berbagai produk busana yang diajukan peserta. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek bahan baku, teknik produksi, detail jahitan, hingga konsep desain dan nilai estetika.

Tidak hanya itu, tim kurator juga mempertimbangkan potensi pasar, segmentasi konsumen, serta kesesuaian harga dengan kualitas produk. Pendekatan ini bertujuan agar produk yang dihasilkan UMKM tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki daya jual yang kuat.

Kurasi Jadi Ruang Evaluasi dan Pembinaan

Salah satu tim kurator, Deden Siswanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seleksi produk, melainkan bentuk pendampingan untuk peningkatan kualitas.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu memahami posisi merek mereka di pasar serta mampu menjaga standar produksi secara konsisten. Evaluasi dilakukan mulai dari pemilihan material, teknik jahit, hingga kesiapan produk untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

“Kurasi menjadi proses pembelajaran bersama. Kami memberikan masukan agar pelaku usaha dapat memperkuat identitas brand dan meningkatkan profesionalisme,” ujarnya.

Deden Suswanto memberikan evaluasi desain dan kualitas busana UMKM Kota Bandung

Produk Lolos Kurasi Dipajang Tiga Bulan

Produk yang dinyatakan memenuhi standar kurasi akan dipamerkan di Galeri Patrakomala selama tiga bulan. Kesempatan ini menjadi sarana promosi strategis bagi UMKM untuk memperkenalkan karya mereka kepada konsumen yang lebih luas.

Agar dapat mengikuti program ini, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain memiliki legalitas usaha, menjaga konsistensi produksi, serta memastikan kualitas dan kemasan produk sesuai standar. Seleksi dilakukan secara ketat guna memastikan produk yang ditampilkan benar-benar merepresentasikan kualitas terbaik UMKM Kota Bandung.

Melalui program kurasi ini, Pemerintah Kota Bandung bersama Galeri Patrakomala menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem fesyen lokal yang berkelanjutan. Selain meningkatkan mutu produk, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk memperkuat citra dan daya saing di industri fesyen yang terus berkembang.

Dengan pembinaan berkelanjutan, diharapkan produk fesyen lokal Bandung mampu menembus pasar yang lebih luas dan semakin dipercaya oleh konsumen.***

Kategori
Pemerintahan

Irvan Nugraha: PT Palawi Resorsis Lunas Tunggakan Rp661 Juta, Pemda KBB Cabut Stiker Pajak

Kabupaten Bandung Barat, inplusnews.com, – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi mencabut stiker peringatan tunggakan pajak yang sebelumnya dipasang di sejumlah objek wisata milik PT Palawi Resorsis. Pencabutan dilakukan setelah perusahaan melunasi kewajiban pajak daerah senilai Rp661.496.260.

Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KBB, Irvan Nugraha, menegaskan bahwa pelunasan tersebut telah masuk ke kas daerah sehingga tindakan administratif berupa pemasangan stiker resmi dihentikan.

Objek wisata yang sebelumnya dipasangi stiker meliputi Air Terjun Pelangi Cisarua, Wahana Resort Cikole Jayagiri, dan Kawasan Wisata Lintas Hutan Indah Cikole yang berada dalam pengelolaan PT Palawi Resorsis.

Menurut Irvan Nugraha, pemasangan stiker merupakan bagian dari mekanisme penagihan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Langkah tersebut ditempuh setelah melalui tahapan pendataan tunggakan, surat pemberitahuan, hingga surat teguran sesuai regulasi.

“Sebelum pemasangan stiker, wajib pajak telah menerima penjelasan dan menandatangani berita acara sebagai bagian dari prosedur administrasi. Karena kewajiban sudah dipenuhi, stiker kami cabut,” jelas Irvan, Jumat (13/02).

Irvan Nugraha bersama petugas Bapenda KBB mencabut stiker tunggakan pajak di objek wisata PT Palawi Resorsis Bandung Barat

Ia menambahkan, total tunggakan berasal dari empat jenis pajak daerah dan seluruh proses penagihan dilakukan secara sistematis, terukur, serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bapenda KBB, Rini Sartika, menegaskan bahwa tindakan administratif tersebut memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Peraturan Bupati Bandung Barat Nomor 28 Tahun 2024 Pasal 29.

“Penagihan PBJT dilakukan berdasarkan asas kepastian hukum, transparansi, dan keadilan. Tujuannya meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” ujar Rini.

Sebelumnya, Satpol PP bersama Bapenda KBB sempat melakukan penyegelan sebagai bagian dari penegakan aturan perpajakan daerah.

Dengan pelunasan tunggakan pajak tersebut, polemik antara pemerintah daerah dan PT Palawi Resorsis dinyatakan selesai. Pemda KBB pun mengapresiasi itikad baik perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.

Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya di Bandung Barat agar lebih disiplin dalam memenuhi kewajiban pajak demi mendukung pembangunan daerah.***

Exit mobile version