Teken MoU PSEL Sarimukti, Kang DS: Kabupaten Bandung Menuju Era Zero Waste
- account_circle Doni
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Bandung Dadang Supriatna Menandatangani MoU PSEL Sarimukti Di Jakarta Bersama Menteri LH
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, inplusnews.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, secara resmi memulai langkah besar dalam transformasi pengelolaan limbah di wilayahnya. Melalui penandatanganan kesepakatan bersama terkait Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik ( MoU PSEL Sarimukti ), Kabupaten Bandung kini bersiap meninggalkan sistem pembuangan konvensional menuju teknologi ramah lingkungan.
Acara penandatanganan yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup ini berlangsung di Plaza Kuningan, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026). Proyek PSEL Sarimukti ini diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk menangani timbulan sampah yang selama ini menjadi tantangan di kawasan aglomerasi Bandung Raya.
“Alhamdulillah, kami telah menandatangani MoU PSEL di TPA Sarimukti untuk menuju target zero waste. Rencananya, pembangunan fasilitas ini akan tuntas dalam tiga tahun ke depan. Mohon doanya agar semua dilancarkan,” ujar Bupati yang akrab disapa Kang DS tersebut.
MoU PSEL Sarimukti Implementasi Perpres 109 Tahun 2025
Kesepakatan strategis ini merupakan wujud nyata implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengamanatkan pengelolaan sampah perkotaan menjadi energi terbarukan bagi daerah yang menghasilkan sampah lebih dari 1.000 ton per hari.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh jajaran kepala daerah di Jawa Barat. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah sangat krusial mengingat urusan sampah mendapat perhatian serius langsung dari Presiden Prabowo.

Bupati Bandung Dadang Supriatna Resmi Teken MoU PSEL Sarimukti.
Efisiensi Anggaran: Sampah Hilang, Listrik Terang
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa optimalisasi pengolahan sampah ini akan didukung oleh pendanaan dari badan investasi Danantara. Rencananya, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) akan dibangun di dua titik utama, yakni Sarimukti dan Kabupaten Bogor.
Keberadaan teknologi PSEL ini diyakini akan memberikan dampak positif pada postur ekonomi daerah. Dengan sistem pengolahan yang mandiri, beban APBD untuk biaya pihak ketiga dapat ditekan secara signifikan.
“Anggaran yang semula untuk pengolahan sampah konvensional bisa kita geser untuk pembangunan infrastruktur lainnya. Istilahnya, sampah hilang, listrik pun terang,” ungkap KDM, sapaan akrab Gubernur Jabar.
Melalui kerja sama lintas sektoral ini, Kang DS optimis Kabupaten Bandung tidak hanya akan menjadi lebih bersih, tetapi juga mandiri dalam penyediaan energi terbarukan di masa depan.***
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi


Saat ini belum ada komentar