Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Petani Gula Aren di Garut Meninggal Usai Terjatuh dari Pohon

Petani Gula Aren di Garut Meninggal Usai Terjatuh dari Pohon

  • account_circle Doni
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GARUT, inplusnews.com Seorang petani penghasil gula aren di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon aren setinggi kurang lebih 20 meter saat sedang menyadap nira, Minggu pagi (27/7/2025).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochnawan S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di Kampung Cijambe, Desa Sukajaya.

Korban diketahui bernama Mabruk (67), warga Kampung Tanjunglaya, yang sehari-hari bekerja sebagai penyadap nira untuk produksi gula aren. Menurut keterangan Kapolsek Cisewu, IPTU Asep Pujaeri, korban diduga kehilangan keseimbangan saat berada di atas pohon, hingga akhirnya terjatuh dan meninggal di tempat.

“Korban sudah terbiasa memanjat pohon untuk menyadap nira. Namun kali ini diduga kehilangan keseimbangan dan jatuh dari ketinggian. Nyawanya tidak tertolong,” ujar Asep, Senin (28/7/2025).

Whatsapp Image 2025 07 28 At 17.44.58

Peristiwa tersebut disaksikan oleh dua petani lain, yakni Tarmana (54) dan Rasyid (47), yang sedang bekerja tidak jauh dari lokasi kejadian. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat.

Personel Polsek Cisewu langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Polisi juga berkoordinasi dengan keluarga korban dan aparatur desa.

“Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menginginkan proses hukum lebih lanjut. Jenazah telah dimakamkan di kampung halaman,” tambah Kapolsek.

Polisi mengingatkan para petani, terutama yang bekerja di ketinggian, untuk selalu mengutamakan keselamatan saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Alat pengaman kerja dan kehati-hatian dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less