Kasad TNI Resmikan Saluran Pengairan untuk 424 Hektare Sawah di Sukabumi, Dorong Ketahanan Pangan Daerah
- account_circle Rie
- calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
- visibility 192
- comment 0 komentar
- print Cetak

Whatsapp Image 2025 07 22 At 18.42.19
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi, InplusNews.com — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan sistem pengairan baru yang diperuntukkan bagi 424 hektare lahan pertanian di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (22/7/2025). Turut hadir mendampingi, Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Tato Hadian dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Peresmian infrastruktur pengairan ini merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Air, sebuah inisiatif yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah-wilayah yang kerap mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
Fasilitas yang diresmikan meliputi jaringan pipa, bak penampungan air, dan sistem distribusi yang mengalirkan air dari sumber mata air ke area persawahan dan permukiman warga.
“Ini adalah bentuk nyata bahwa kehadiran TNI AD bukan sekadar menjaga pertahanan, tapi juga ikut terlibat dalam memecahkan persoalan mendasar masyarakat, termasuk persoalan air,” kata Jenderal Maruli.
Ia mengaku bersyukur proyek irigasi ini berhasil diwujudkan dan berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola sumber daya air, khususnya untuk mendukung pertanian.

Kasad juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak — mulai dari TNI AD, Polri, hingga pemerintah daerah dan masyarakat — dalam mewujudkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
“Ketersediaan air tidak hanya soal kebutuhan dasar, tapi juga menyangkut produktivitas pertanian, kesehatan masyarakat, hingga penguatan ekonomi desa,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasinya atas peran TNI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan agar masyarakat turut menjaga hasil kerja keras tersebut.
“Sinergi yang telah dibangun harus dijaga bersama. Partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan program ini ke depan,” ungkapnya.
Proyek pengairan ini dibangun secara gotong royong antara prajurit TNI AD dan warga setempat. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi desa-desa yang selama ini kesulitan mengakses air bersih maupun untuk keperluan pertanian.
- Penulis: Rie
- Editor: Redaksi
- Sumber: Pendam III/Siliwangi


