Sosialisasi Merek Kolektif Kanwil Kemenkum Jawa Barat Untuk Penguatan Koperasi Merah Putih
BANDUNG, inplusnews.com, “Kanwil Kemenkum Jawa Barat Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat melalui Merek Kolektif Koperasi Merah Putih” – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Merek Kolektif yang digelar di Aula Soepomo, Jumat (12/12/2025), dengan melibatkan ratusan pemangku kepentingan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Kegiatan ini mengangkat tema “Merek Kolektif sebagai Instrumen Pelindungan dan Pemasaran: Kolaborasi Koperasi Merah Putih dengan Pemerintah Daerah dan Stakeholder”, sebagai upaya menyatukan visi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku koperasi dalam memperkuat daya saing produk lokal berbasis desa.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkum Jabar Asep Sutandar, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Hemawati BR Pandia, Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Ery Kurniawan, serta sekitar 100 peserta yang berasal dari Dinas Koperasi dan UKM, Disperindag, Disparbud, dan jajaran pengurus Koperasi Desa Merah Putih se-Jawa Barat.
Dalam laporan pembuka, Ery Kurniawan menjelaskan bahwa sosialisasi ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi secara komprehensif, khususnya dalam memahami pentingnya merek kolektif sebagai identitas hukum dan alat pemasaran produk.
“Pemahaman yang utuh mengenai merek kolektif akan membantu koperasi membangun identitas produk yang kuat sekaligus terlindungi secara hukum. Kuncinya ada pada kolaborasi nyata antara koperasi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan program pendampingan serta percepatan pendaftaran kekayaan intelektual bagi koperasi di seluruh wilayah Jawa Barat.
Saat membuka kegiatan, Asep Sutandar menyoroti peran strategis merek kolektif dalam menghadapi dinamika ekonomi modern. Menurutnya, merek kolektif bukan sekadar simbol, tetapi menjadi jaminan mutu, sarana pelindungan hukum, sekaligus pintu masuk menuju pasar yang lebih luas.
“Produk yang dipasarkan di bawah satu payung merek kolektif akan memiliki citra yang lebih kuat dan dipercaya konsumen karena standar kualitasnya dijaga bersama,” ujarnya.
Asep menegaskan bahwa keberhasilan merek kolektif sangat ditentukan oleh ekosistem kolaboratif, di mana pemerintah berperan sebagai fasilitator kebijakan dan koperasi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.
Sesi pemaparan materi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Hemawati BR Pandia mengulas kebijakan pelayanan hukum serta pentingnya kesadaran hukum koperasi dalam melindungi aset kekayaan intelektual. Eric C.F. Siagian membahas tahapan teknis pendaftaran merek kolektif, termasuk pentingnya penyusunan Ketentuan Penggunaan Merek Kolektif yang memuat standar mutu dan mekanisme pengawasan.
Sementara itu, Roni Dahnuroni Ruhimat memaparkan percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang menargetkan hadirnya koperasi di setiap desa dan kelurahan. Adapun Siti Nur Maftuhah menjelaskan manfaat ekonomi dari merek kolektif, mulai dari efisiensi biaya promosi hingga penguatan branding bersama, dengan mencontohkan keberhasilan joint branding seperti Lupba dan Batik Nitik.
Diskusi interaktif yang berlangsung mengungkap potensi besar produk unggulan Jawa Barat, seperti Galendo Ciamis, Bordir Tasikmalaya, dan Tahu Susu Lembang, untuk dikembangkan sebagai merek kolektif. Produk-produk tersebut dinilai memiliki peluang besar menembus pasar nasional hingga global apabila didukung identitas merek yang jelas dan pelindungan hukum yang kuat.
Menutup kegiatan, Kanwil Kemenkum Jabar berharap seluruh peserta dapat segera mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh. Seluruh koperasi didorong untuk bergerak cepat membangun merek kolektif sebagai strategi jangka panjang dalam memperkuat ekonomi daerah.
Dengan sinergi regulasi, pendampingan berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor, produk-produk lokal Jawa Barat diharapkan mampu tampil lebih percaya diri dan kompetitif di pasar nasional maupun internasional.***“Kanwil Kemenkum Jawa Barat Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat melalui Merek Kolektif Koperasi Merah Putih”